Jalan-jalan ke Big Bang, Osaka

Tempat kesukaan Fatih dan Nuria selama di Jepang: Big Bang. Alasannya sederhana, karena di sana ada jungle gym anak-anak setinggi 6 lantai, jadi mereka bisa puas panjat-memanjat. Selain itu ada banyak mainan lainnya yang khas jepang, juga yang berbasis ilmu pengetahuan, praktek memasak, membuat mainan dari barang bekas, klinik mainan, juga pertunjukkan untuk anak-anak.

Advertisements

Me time bersama Nuria

Setelah pagi sekali mama kerja di lab, dilanjutkan dengan makan bersama anak-anak, tidur siang, beberes rumah,.. akhirnya ada waktu santai berdua dengan Nuria. Sambil membuka pintu samping, Nuria menggambar asa gao/ bunga pukul empat dan tanaman semangka kecil. Inilah gambar asa gao dan tanaman semangka versi Nuria.

Akhirnya semua mengalami influenza

Rasa-rasanya mungkin boleh dibilang, kita belum betul-betul merasakan Jepang kalau belum pernah sakit influenza yaaa…

Pertama, yang sakit Nuria, lalu Fatih. Nuria demam tinggi (sekitar 39) selama 2 hari. Rasanya lama betul menunggu sampai turun panasnya. Karena mama khawatir, mama bawa Nuria ke dokter DOI. Nuria terlihat lemas, kasihan. Nuria tidur di tempat menunggu obat, pulangnya mama gendong. Nuria positif influenza tipe A. Di rumah mama kasih ice pack (yang sebetulnya kamabako beku) dibungkus kain handuk kecil. Dimasukkan ke dalam baju, di dada dan punggung. Panas sekali Nuria. Dua hari setelahnya, giliran Fatih yang demam. Setelah dibawa ke dokter, positif juga. Alhamdulillah Fatih demamnya cuma sekitar 24 jam saja. Tapi tetap saja menunggu anak demam yang tidak bisa turun setelah dikasih penurun panas itu rasanya betul-betul was-was…

Alhamdulillah semua sudah sehat…

Nah, minggu ini giliran mama yang sakit. Senin lalu mama demam. Terus rasanya lutut sakit, otot betis juga sakit. Mama tanya kenapa ya..apa mungkin asam urat, hehe..Besoknya demam lagi..tambah sakit rasanya kaki mama…Ternyata gejala influenza seperti itu ya..Wajar kalau Fatih Nuria terlihat sangat lemas dan capek. Tapi anak kecil kan ga bisa ngomong sakitnya seperti apa, ngeluh juga tidak, cuma diam dan tidur..Anak kecil betul-betul tabah dan sabar ya… Padahal mama aja sudah mengeluh, kok sakit sekali rasanya,..cuma bisa istighfar aja.. Terima kasih Fatih Nuria sudah menemani mama di rumah ya..karena mama ga bisa masak, terpaksa kalian diliburkan, hehehe…Terima kasih Nuria sudah suapin mama ya Nak…Fatih mengambilkan obat, Nuria mengambilkan air minum…Semoga Fatih dan Nuria menjadi anak sholeh sholehah semuanya. Aamiin.

Alhamdulillah mama sudah sembuh, mau ke dokter ga jadi. Cukup 2 hari saja panasnya. Tapi sekarang giliran papa yang demam…mudah-mudahan papa cepat sembuh juga. Aamiin. (Tapi kalau yang sakit papa, kalian tetap masuk,..karena mama tetap bisa masak dan nyiapin bekal,…itulah kelebihan mama 😉

 

 

 

 

 

 

Fatih: Sebulan Pertama di Yochien

Yochien adalah sekolah setingkat taman kanak-kanak di Jepang. Waktu belajarnya sekitar jam 9:30 pagi sampai jam 14:00. Setiap hari ada bis jemputan dari Ikoma. Sekolah ini relatif lebih formal daripada Hoikuen di Jepang.

Di Yochien, anak-anak belajar ke toliet sendiri, makan sendiri, membuat prakarya, menyanyi, mendengarkan cerita, dan bermain. Di kelas anak 3 tahun, ada 2 orang guru yang mengajar. Tapi di kelas 4 dan 5 tahun, hanya 1 guru saja yang mengajar.

Bagi Fatih, sekolah ini pun terkesan formal, di mana itu kurang cocok untuk fatih. Waktu pelajaran di dalam kelas, fatih keluar dan main-main sendiri di luar. Fatih rebutan mainan sama teman. Fatih masih susah diatur. Syukurnya hanya 1 bulan sekolah di Yochien, fatih dapat lowongan di hoikuen. Setidaknya fatih sudah belajar ke toilet dan makan sendiri…

Kehidupan di Jepang

Fatih dan Nuria, apa kabar?

Tidak terasa sudah setahun lebih Fatih tinggal di Jepang, dan Nuria sudah sepuluh bulan. Setiap hari kerja, pergi sekolah di hoikuen. Di antar jemput bis sekolah, kadang-kadang diantar Papa Mama naik sepeda.

Umur 3-5 tahun ini memang sulit ya sepertinya untuk orang tua agar sabar dalam menghadapi anak-anaknya? Anak sudah memiliki keinginan sendiri dan terlebih Nuria yang mudah menangis kalau tidak dituruti keinginannya.

Mama tahu, ini semua salah mama yang sudah meninggalkan kalian di rumah uti akung di Rembang. Fatih tinggal selama 7 bulan, kemudian ikut mama ke Jepang. Nuria tinggal 7 bulan, kemudian ikut papa selama 4 bulan…

Kenapa Mama bawa Fatih duluan? bukan berarti mama tidak sayang Nuria. Mama bawa Fatih karena Fatih sudah sekolah dan lebih sulit dikendalikan waktu di Rembang. Berdua mama di Jepang, fatih sudah belajar berteman dan mulai menikmati sekolahnya.

Nuria lebih pengertian meski lebih kecil. Jadi mama percaya nuria bisa lebih bersabar. Meski itu sulit sekali untuk Nuria dan mama. Nuria kangen mama, nuria sakit, tambah kurus, luka iritasi di paha dan kaki, mudah alergi, digaruk-garuk karena gatal. Kasihan sekali hari-hari pertama Nuria di Jepang. Setiap tidur malam, nuria menggigau menyebut mama karena takut ditinggal lagi. Maafkan mama ya nuriaaa….

Di Jepang semua belajar mandiri. belajar ke toilet sendiri, pakai baju sendiri, makan sendiri, pakai sepatu sendiri…alhamdulillah. tetapi di rumah masih suka manja.

Fatih dan Nuria masih suka bertengkar, suka pukul-pukulan, mama capek jadi mudah marah. Mama minta maaf sama Fatih dan Nuria ya, karena mama suka marahin kalian. Tapi mama sayang sekali sama kalian berdua. Mama ga mau pisah-pisah lagi…

Mama berusaha mengajari fatih mengaji di rumah. Fatih sudah jilid 2. Nuria belum mulai mengaji, nanti kita mengaji juga ya nak.

Mulai minggu lalu kalian ikut kelas berenang. Nampaknya kalian sangat senang. Ya, mama memikirkan agar kalian banyak aktivitas sehingga tidak kelebihan energi untuk main dan bertengkar saja.

Tapi sekarang sudah lebih rukun. mudah-mudahan kalian selalu rukun selamanya ya. Aamiin.

Hidup di Jepang ini tidak mudah. Semuanya harus dikerjakan sendiri. Tidak boleh banyak mengeluh. Harus kuat. Meski makanan halal sekarang sudah lebih mudah ditemui. Tapi secara keseluruhan, hidup di Indonesia, bagaimanapun, itu jauh lebih baik. Karena kita orang Indonesia, maka tinggal di Indonesia itu lebih baik.

Di sini kita tinggal sementara saja, hanya untuk belajar. Belajar tentang ilmu kehidupan. tapi kita harus berusaha keras untuk mencari ilmu akhirat, bekal untuk ke surga. perbanyak amal sholih. belajar sabar dan ikhlas. dan cobaan itu sangat berat di mana pun kita berada. Meski kita pergi dan datang di tempat baru, belum tentu akan lebih mudah. semuanya harus berusaha dihadapi. Bismillahittawwakaltu alallah.

Belajar mengaji, belajar sholat dan ibadah lainnya, pahami qur an dan hadist. berbuat baik pada orang lain. mama ingin masuk surga bersama kalian sayang…

 

Fatih (4y4mo): 2 bulan pertama di Jepang

Alhamdulillah, adaptasi Fatih  di masa-masa awal berjalan lancar. Sekarang Fatih sudah bisa pipis sendiri, tidak ngompol dan pup di celana lagi, makan teratur 3 kali sehari, minum susu sapi segar, pakai sepatu dan baju sendiri,…sudah mulai belajar mandiri. Senangnya mama 🙂

Di Asrama

Fatih juga tambah pintar. Sekarang mainan hp-nya online ke youtube, belajar ABC, 123, shapes, colors, sesuatu yang lebih bermanfaat daripada main game atau nonton film.

Tadi Fatih mewarnai sama mama, terus mama bilang ke Fatih kalau bis-nya warnanya oranye,….Fatih tidak yakin dengan mama, dan Fatih pun melihat dengan jeli di buku mewarnai itu, :”Lihat mama, ini bacanya ‘red’. Itu merah.” Oiya, itu merah, bukan oranye 🙂

Fatih juga lebih cerewet dan sudah bisa cerita. Sudah bisa merespon ketika ditanya mama.

Sayangnya kalau main sama teman, Fatih masih suka egois, kalau tidak dapat mainan, suka rebutan dan main tangan 😦 Harus lebih banyak belajar bersosialisasi ya Fatih.

Mama:”Fatih, nanti kalau suka mukul, pulang aja ke Indonesia!”

Fatih:”Jangan Mama. Nanti kalau Fatih ke Indonesia, Mama sama siapa??”

Ehhmm….sudah pandai sekali Fatih 🙂

Dari awal yang Fatih tidak bisa diam di rumah, suka merusak barang, juga suka coret-coret, sekarang jauh lebih tertib. Alhamdulillah. Dinding sama sekali tidak dicoret. Sudah berhenti lompat-lompat dan berantakin barang, buka-buka kulkas, mainan air….sudah banyak kemajuan. Sudah lebih nurut sama mama 🙂

Di Yochien

Fatih senang sekolah di Yochien, meski cuma sebulan. Tempat di mana Fatih belajar antri ke toilet, belajar kumur-kumur, buat prakarya…di rumah pun Fatih sibuk berceloteh “kata bu Guru, kumur-kumur 3 kali. “san” (dalam bahasa Jepang).” lalu  menirukan cara berkumurnya.

Tiap pagi mama mengantar sampai depan kampus mama, di depan gerbang NAIST. Lalu Fatih naik bis jemputan ke sekolah. Senangnya mengantar Fatih sekolah dan melambaikan tangan. Pulangnya juga diantar bis sampai gerbang. Mama antar jemput Fatih di depan gerbang saja.

Ichi, ni, san. Samui. Oishii. Fatih sudah belajar beberapa kata bahasa Jepang. Mudah-mudahan Fatih bisa cepat beradaptasi di sekolah dan bisa bermain bersama teman.

Ke Dokter Siku(k)

Baru seminggu di Jepang, Fatih sudah jatuh nggelinding dari kursi lantai, akibatnya siku tangan kanan tidak bisa diangkat ke atas. Alhamdulillah sudh sembuh. Bedanya kalau di Indonesia, masalah selesai pada taraf tukang urut. Tukang urut di Indonesia ahli dalam memperbaiki engsel yang lepas. Di sini, untuk menentukan tindakan yang dilakukan, dokter sangat hati-hati. Dilihat dulu, lalu dironsen (yang mana Fatih sudah berisik sendiri mau minta X-ray), setelah itu di USG. Barulah kelihatan tulangnya yang bergeser dari ligamen, tidak ada patah tulang, dan doktek mengambil tindakan. Yang lebih seru lagi, ternyata tindakannya hanya satu “klek” an saja untuk membetulkan posisi tulang……

Sakit

Alhamdulillah Fatih hanya sakit demam karena masuk angin dan kecapean. Sembuh setelah minum obat dan dikerok mama, hehehe… Juga hanya batuk pilek setelah itu. Mama siap sedia dengan obat yang digerus dibuat puyer dengan pengisinya vitamin C. Tidak lupa mama memberi madu juga. Susu formula Fatih sekarang juga sudah ganti susu segar dan belajar minum dari gelas 🙂 Mudah-mudahan Fatih selalu sehat dan kuat ya nak….

Lab trip bersama mama

Tamasya pertama dengan menginap di hotel buat Fatih. Senang sekali Fatih naik bis. Jalan-jalan, lari-lari, main salju. Alhamdulillah Fatih mau makan nasi dengan abon, tidak mengompol dan tidak sakit.

(Sebentar lagi) Mama pulang lagi (insya Allah)

Tak terasa sudah 7 bulan mama tinggal di Jepang. Akhirnya saat pulang untuk menjemput Fatih datang juga. Kali ini mama hanya bisa bawa Fatih saja, karena belum memungkinkan untuk bawa 2 anak sekaligus sementara mama di sini sendirian. Itu juga mama masih harus menyesuaikan diri dan mengantar Fatih ke penitipan. Fatih masih harus beradaptasi dengan kehidupan di sini yang mudah-mudahan semua akan berjalan lancar. Aamiin.

Rencana awalnya memang Nuria duluan yang mau diajak. Tetapi penitipan untuk anak 2 tahun ternyata lebih sulit. Juga Nuria masih lebih manja daripada Fatih. Fatih sudah mulai sekolah dan bisa disekolahkan kapan saja di Jepang. Fatih sudah lebih paham untuk memberontak ketika marah, ngambek, kesal…jadi sulit dikendalikan, jadi Fatih harus lebih dulu diajak sama mama.

Nuria, sabar ya sayang…

Bukannya mama tidak sayang sama Nuria. Mama sayaaaaang sekali sama Nuria. Tapi sementara waktu Nuria sama papa dulu ya Nak. Insya Allah awal Maret kita bertemu di Jepang. Awal Desember insya Allah mama akan mengajukan COE secepatnya buat Nuria.

Jadi ingat dulu waktu mau melahirkan Nuria. Mama sudah janji akan operasi dengan Bu Dokter. Tetapi ternyata tiba-tiba ada pasien gawat datang dan harus didahulukan untuk operasi. Bu Dokter menghampiri mama yang sedang menahan sakit; “Sabar ya, ..Orang sabar disayang sama Tuhan..’ Iya, Nuria. Mama tahu Nuria anak yang sabar. Sejak di dalam kandungan Nuria sudah belajar bersabar. Nuria juga juga rajin dan pengertian.

Mama senang sekaligus deg-degan membawa Fatih ke Jepang. Mudah-mudahan semua lancar.

Mama tahu, mama adalah guru pertama buat Fatih. Fatih belajar membaca, menulis, menggambar, dari mama. Usia 3 tahun Fatih sudah bisa menulis, menggambar dan membaca. Tapi di sekolah Fatih maunya main-main terus, ga mau mengerjakan PR. Maunya dipangku bu guru dan diajari privat sendiri. Sabar ya nak, sebentar lagi belajar sama mama lagi. Fatih harus belajar mandiri lagi ya…

Salam sayang buat Fatih dan Nuria.

Mama